Waspada Epidemi Ebola
Baru-baru ini, ebola epidemi yang menyerang wilayah Afrika Barat
menyebabkan perhatian dunia. WHO telah merilis data, setidaknya ada 800
orang yang meninggal setelah virus Ebola. Penyakit ini memiliki angka
kematian yang sangat tinggi, 90 persen dari pasiennya meninggal.
Sayangnya, vaksin atau obat untuk mengobati Ebola masih belum menemukan
belum.
Virus Ebola pertama kali ditemukan di Afrika pada tahun 1976. Awalnya,
virus ini hanya menyerang primata seperti monyet dan kera. Tapi
sekarang, telah berkembang menjadi penyakit berbahaya karena ebola
menular ke manusia. Tahun ini, virus Ebola sedang mengganas, jumlah
kematian telah meningkat 2 kali lebih banyak dari pada tahun 1976,
dilaporkan oleh BBC.com.
Meningkatnya kasus ebola epidemi di Afrika Barat di 2014 menyebabkan
kecemasan. Virus Ebola yang menyerang sistem pertahanan tubuh mirip
dengan virus HIV. Gejala awal mirip dengan gejala flu seperti demam
tinggi, badan lemas, nyeri otot dan sakit kepala.
Virus Paling Mematikan
Yang membuat virus Ebola menjadi begitu berbahaya adalah kemampuannya
untuk berkembang biak. Virus ini dapat menggumpalkan sel darah, kondisi
ini dapat menghambat darah mengalir ke organ lain. Jika organ kekurangan
darah, akan menyebabkan beberapa kerusakan. Setelah menyerang darah,
virus ebola juga menyerang organ yang lain, seperti ginjal, otak, usus,
hati dan sebagainya. Banyak pasien ebola meninggal karena gagal ginjal.

Penularan yang Sangat Cepat
penularan virus Ebola dapat terjadi dari kontak cairan tubuh, darah, dan
semua hal yang telah digunakan oleh pasien. Oleh karena itu, pasien
ebola harus diisolasi untuk menghindari kontak langsung dengan orang
lain. Tim medis yang menangani pasien juga harus memakai baju khusus
untuk mencegah penyebaran virus. Saat ini, satu warga Amerika Serikat
telah terinfeksi ebola. Departemen Kesehatan Indonesia sendiri telah
mengeluarkan travel warning bagi orang-orang yang akan mengunjungi
negara-negara Guinea, Sierra dan Liberia.
Ada beberapa cara untuk mencegah virus ebola. Kami harus tetap bersih
dan tidak melakukan kontak langsung dengan penderita. Mudah-mudahan,
vaksin dan obat-obatan akan ditemukan sehingga jumlah korban tewas dapat
berkurang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar