Selasa, 27 Januari 2015

Waspada Epidemi Ebola
Baru-baru ini, ebola epidemi yang menyerang wilayah Afrika Barat menyebabkan perhatian dunia. WHO telah merilis data, setidaknya ada 800 orang yang meninggal setelah virus Ebola. Penyakit ini memiliki angka kematian yang sangat tinggi, 90 persen dari pasiennya meninggal. Sayangnya, vaksin atau obat untuk mengobati Ebola masih belum menemukan belum.
Virus Ebola pertama kali ditemukan di Afrika pada tahun 1976. Awalnya, virus ini hanya menyerang primata seperti monyet dan kera. Tapi sekarang, telah berkembang menjadi penyakit berbahaya karena ebola menular ke manusia. Tahun ini, virus Ebola sedang mengganas, jumlah kematian telah meningkat 2 kali lebih banyak dari pada tahun 1976, dilaporkan oleh BBC.com.
Meningkatnya kasus ebola epidemi di Afrika Barat di 2014 menyebabkan kecemasan. Virus Ebola yang menyerang sistem pertahanan tubuh mirip dengan virus HIV. Gejala awal mirip dengan gejala flu seperti demam tinggi, badan lemas, nyeri otot dan sakit kepala.
 
Virus Paling Mematikan
Yang membuat virus Ebola menjadi begitu berbahaya adalah kemampuannya untuk berkembang biak. Virus ini dapat menggumpalkan sel darah, kondisi ini dapat menghambat darah mengalir ke organ lain. Jika organ kekurangan darah, akan menyebabkan beberapa kerusakan. Setelah menyerang darah, virus ebola juga menyerang organ yang lain, seperti ginjal, otak, usus, hati dan sebagainya. Banyak pasien ebola meninggal karena gagal ginjal.
 
Penularan yang Sangat Cepat
penularan virus Ebola dapat terjadi dari kontak cairan tubuh, darah, dan semua hal yang telah digunakan oleh pasien. Oleh karena itu, pasien ebola harus diisolasi untuk menghindari kontak langsung dengan orang lain. Tim medis yang menangani pasien juga harus memakai baju khusus untuk mencegah penyebaran virus. Saat ini, satu warga Amerika Serikat telah terinfeksi ebola. Departemen Kesehatan Indonesia sendiri telah mengeluarkan travel warning bagi orang-orang yang akan mengunjungi negara-negara Guinea, Sierra dan Liberia.
Ada beberapa cara untuk mencegah virus ebola. Kami harus tetap bersih dan tidak melakukan kontak langsung dengan penderita. Mudah-mudahan, vaksin dan obat-obatan akan ditemukan sehingga jumlah korban tewas dapat berkurang